REVIEW JURNAL PENETAPAN DESA WIRAUSAHA DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA

Nama : Asyifa salsabilla
Nim    : 190111086
Kelas  : Manajemen Non Reguler 2A
Mk      : Kewirausahaan Islam 

                     REVIEW JURNAL

Judul jurnal : Penetapan Desa Wirausaha Dan Strategi Pengembangannya
Judul            : Penetapan Desa Wirausaha
Volume.       : Vol. 3 No. 2 2017
Tahun          : 2017
Penulis        : Iman Hilman
Reviewer     : Asyifa salsabilla
Tanggal      : 28 Juni 2020

LATAR BELAKANG 

Gagasan melahirkan desa wirausaha merupakan keinginan untuk mengangkat potensi dan keunggulan suatu wilayah yang mampu menjadi penggerak kegiatan perekonomian yang berdampak lebih luas. Karakteristik yang merupakan penarik dan pendorong sehingga tercipta desa wirausaha 
memiliki dimensi yang luas melampaui batas-batas potensi sektoral. Artinya penciptaan nilai tambah dari potensi dasar (mentah) terjadi di desa wirausaha ini.

TUJUAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebuah desa yaitu Desa Gunung Malang yang melakukan wirausaha dan bagaimana cara strategi yang mereka gunakan untuk mengembangkan usahanya tersebut.

METODE PENELITIAN 

Metode penelitian ini menggunakan dua metode yaitu desk research dan field research. Metode desk research dilakukan untuk melakukan studi literatur dan mengumpulkan data sekunder. Studi literatur dilakukan untuk menelaah konsep-konsep desa wirausaha. Adapun data sekunder digunakan untuk menelaah data-data terkait wilayah Desa Gunung Malang. Selanjutnyafield research dilakukan untuk mendapatkan data primer. Ada dua teknik yang digunakan, yaitu wawancara dengan tokoh masyarakat Desa Gunung Malang. Wawancara tatap muka yang berpedoman pada kuesioner terstruktur dan dilakukan dengan 100 orang pelaku UKM di Desa Gunung Malang. Penelitian kemudian dilakukan di Desa Gunung Malang Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor pada periode September-Oktober 2017. Kerangka pemikiran penellitian ini diawali dengan penentuan desa wirausaha yang memperhatikan potensi wilayah seperti posisi geografis, sumberdaya alam, sumber daya manusia, infrastruktur penunjang dan jenis usaha yang sudah berkembang. Penentuan desa wirausaha juga mempertimbangkan harapan atau ekspektasi masyarakat dalam mengembangkan dirinya dan membangun wilayahnya, serta memperhatikan kendala yang selama ini dihadapi. Selanjutnya penentuan desa wirausaha juga harus sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah terutama dalam pembangunan ekonomi dan pengembangan wilayah.

HASIL

Pengembangan Metode Penetapan Desa 
Wirausaha
Berdasarkan kerangka pemikiran di atas, metode penetapan desa wirausaha mempertimbangkan 3 (tiga) faktor yaitu faktor potensi wilayah, faktor harapan masyarakat dan faktor kebijakan pemerintah. Untuk faktor potensi wilayah, dilakukan dengan assessment. Assessment ini dilakukan dengan menilai potensi sebuah wilayah berdasarkan beberapa parameter dan indikator yang relevan. Setiap parameter diberi bobot sesuai dengan perkiraan besarnya pengaruh atau kontribusi terhadap potensi wilayah. Pengujian Penetapan Desa Gunung Malang sebagai Desa WirausahaDari tabel tersebut dapat dilihat bahwa Desa Gunung Malang memenuhi persyaratan dan kriteria untuk pengembangan desa wirausaha, dengan nilai skor yang diperoleh sebesar 5,3 dari total maksimum skor 5,7.Aspek yang masih lemah dari penilaian adalah rata-rata tingkat pendidikan penduduk yaitu umumnya berpendidikan SMP. Sedangkan hal-hal yang menunjang tingginya nilai skor adalah banyaknya objek wisata yang berada di Desa Gunung Malang dan di desa-desa sekitarnya. Hal ini menjadi peluang dalam mengembangkan berbagai kegiatan perdagangan dan jasa yang menunjang sektor pariwisata. Dari hasil pengamatan di lapangan dan wawancara dengan aparat desa diperoleh informasi bahwa masyarakat Desa Gunung Malang cukup produktif dan kreatif. Selain sebagian besar menjadi petani, mereka umumnya juga mengembangkan produk-produk pengolahan walaupun masih dalam skala rumah tangga. Di antara beberapa usaha yang dikembangkan, ada dua jenis usaha yang cukup dominan yaitu produk pengolahan bambu seperti tusuk sate, boboko, tampah, bongsang, dan lain-lain, serta produk konveksi. Dari kedua jenis usaha UMKM yang dominan tersebut, masyarakat Desa Gunung Malang memutuskan untuk mengembangkan produk pengolahan bambu 
sebagai produk utama dalam program pengembangan Desa Wirausaha Penetapan desa wirausaha di Desa Gunung Malang juga ternyata relevan dengan berbagai program dari kementerian/pemerintah daerah. Salah satunya adalah pengembangan Desa Gunung Malang sebagai desa wisata dan program pengembangan BUMDES dari Kementerian Desa. Strategi Pengembangan Desa Wirausaha di Desa Gunung Malang Penyusunan strategi pengembangan disusun berdasarkan potensi dan permasalahan yang dihadapi. Adapun strategi yang dapat dikembangkan adalah sebagai berikut:

1. Peningkatan Kualitas SDM Pengrajin
2. Peningkatan Kualitas Alat Produksi
3. Pengembangan Kelembagaan Usaha
4. Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa
5. Pengembangan Promosi Desa Wirausaha 
sebagai Desa Wisata
6. Peningkatan Kualitas Infrastruktur
7. Penyiapan Masyarakat

PENUTUP

Penetapan sebuah desa sebagai desa wirausaha dilakukan melalui assessmentpotensi wilayah, penyesuaian dengan harapan masyarakat dan dengan kebijakan pemerintah. Desa Gunung Malang cocok untuk pengembangan desa wirausaha di Kecamatan Tenjolaya karena pertimbangan sebagai berikut:

1. Memiliki pelaku UMKM yang banyak dengan sumber bahan baku dari desa sendiri
2. Berlokasi di wilayah yang memiliki potensi tinggi di sektor pariwisata. Desa Gunung Malang berlokasi di kawasan Gunung Salak Endah dan dekat dengan beberapa destinasi wisata alam seperti Curug Nangka dan Curug Luhur.
3. Memiliki infrastruktur yang baik, terutama jalan yang relatif baik, ketersediaan energi listrik dan sumber air bersih.
4. Memiliki jalur trayek angkutan kota yang langsung terhubung ke Kota Bogor. Adapun komoditas yang layak dikembangkan sebagai ikon desa wirausaha di Gunung Malang adalah produk hasil pengolahan bambu, seperti tusukan sate, boboko, tampah, dan lain-lain. Adapun yang menjadi pertimbangannya adalah sebagai berikut:

1. Memiliki jumlah pengrajin pengolahan bambu yang banyak. 
2. Sumber bahan baku berasal dari desa sendiri sehingga mampu menghasilkan nilai tambah.
3. Produk pengolahan bambu masih dapat dikembangkan menjadi produk yang bernilai tinggi. Program jangka pendek yang direkomendasikan adalah (1) Pelatihan untuk para pengrajin pengolahan bambu untuk meningkatkan kualitas produk sehingga lebih menarik dan bersaing, (2) Pemberian bantuan 
peralatan kerja yang sesuai dengan kebutuhan untuk peningkatan kualitas produk. Mengintegrasikan program pengembangan desa wirausaha dengan program desa wisata. Berkaitan dengan program jangka menengah (5 tahun) direkomendasikan untuk mengimplementasikan strategi yang telah disusun.

DAFTAR PUSTAKA

Drucker, P.F. 1996. Konsep Kewirausahaan 
Era Globalisasi. Erlangga: Jakarta. 
Terjemahan
Geoffrey, G. Meredith, et. Al. (1996). 
Kewirausahaan Teori Dan Praktek. 
Jakarta: PT. Pustaka Binaman 
Presindo.
Joko Untoro & Tim Guru Indonesia. 2010. 
Buku Pintar Pelajaran SMA/MA IPS. 
Wahyu Media. Jakarta
Ronald Melicher, J. Leach. 2011. 
Entrepreuneurial Finance. South￾Western College Pub 
Rustiadi, Ernan; Saefulhakim, Sunsun dan 
Dyah R. Panuju, 2011. Perencanaan 
dan Pengembangan Wilayah. 
Crestpent Pres dan Yayasan Pustaka
Obor Indonesia, Jakarta.
Soehartono, Irawan. 2006. Metode Penelitian 
Sosial: Suatu Teknik Penelitian Bidang 
Ilmu Kesejahteraan. Bandung: PT. 
Remaja Rosdakarya
Widjajani, Arnia Fajarwati, Elly Retnaningrum. 
2015. Model Sistem Pembangunan 
Kewirausahaan Desa Sebagai Sarana 
Untuk Meningkatkan Kesejahteraan 
Masyarakat Desa. Sosiohumanitas, 
XVII (2) Agustus 2015 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Usus Crispy yang Renyah dan Gurih

Usus Crispy: Makanan Ringan Tradisional dengan Sentuhan Modern

Jajanan Cipuy