SURVEY LAPANGAN BUMDes DI DESA KEBAREPAN
Apa itu BUMDes?
BUMDes adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki desa melalui penyertaan modal langsung yang berasal dari kekayaan desa. Lembaga ini digadang-gadang sebagai kekuatan yang akan bisa mendorong terciptanya peningkatan kesejahteraan dengan cara menciptakan produktivitas ekonomi bagi desa dengan berdasar pada ragam potensi yang dimiliki desa.
Salah satu desa yang sudah kita survey adalah di Desa Kebarepan. Pada kebanyakan BUMDes adalah membuka usaha dibidang simpan pinjam,namun di Desa Kebarepan ini membuka usaha dibidang jasa yaitu "jasa sewa molen pengaduk semen" . BUMDes ini dikelola oleh Ibu Elis. beliau sudah menjalankan usaha ini sejak tahun 2016 , kurang lebih sudah hampir 4 tahun BUMDes ini berjalan.
Mobil moleen atau Truk Molen atau dalam bahasa inggris disebut Trux Mixer merupakan alat penting untuk menunjang sebuah pembangunan berskala besar. Berfungsi sebagai truk untuk mengaduk beton.
Pengaduk Beton sendiri merupakan mesin semi mobile ataupun full mobile dengan mesinnya yang statis. Berbentuk seperti molen besar ketika digunakan akan memutar secara perlahan hingga beton tercampur dengan rata.
Bagi anda yang pensaran bagaimana truk ini beroperasi, pekerja perlu mengangkut material kering kedalam truk molen dan diisi dengan air untuk melakukan proses pencampuran dari keduah bahan tersebut.
Sementara itu, untuk mempertahankan stabilitas dari kekentalan beton cor sendiri harus melalui proses agitasi, yakni pemutaran drum yang seperti molen ini.
Setelah mengetahui apa itu truk molen, kini pembahasan mengenai apa saja yang terdapat dalam truk molen. Dibagian dalam drum yang berbentuk molen ini terdapat pisau berbentuk spiral yang akan bekerja secara satu arah putaran. Pisau spiral ini cukup besar dan terbilang cukup kuat, ini berfungsi sebagai pengaduk beton cor. Pengaduk ini akan terus beroperasi selama waktu transportasi menuju ke lokasi pengecoran.
Jenis kegiatan BUMDes yaitu awal berjalannya BUMDes itu melakukan penjualan sembako,namun selama berjalannya waktu toko sembako pun tidak berjalan dan kemudian beralih pada penyewaan jasa sewa molen pengaduk semen. BUMDes di Desa Barepan ini sudah berjalan dengan melakukan penyewaan jasa atau pinjaman mobil semen. BUMDes ini menyewa 2 mobil molen.
Hambatan yang biasa terjadi pada usaha ini yaitu ketika error,error yang dimaksudkan adalah ketika semen nya itu mengalami kerusakan.
Anggaran dana yang di dapat untuk mengelola BUMDes ini berasal dari APBD itu sendiri.
Jenis-Jenis Anggaran Dalam Badan Usaha Milik Desa :
- Anggaran Penjualan, anggaran yang berisi detail tentang penjualan perusahaan tersebut 1 ( satu ) tahun ke depan. Produk apa yang dijual, biaya atau beban penjualan, berapa jumlah yang harus dijual, berapa harga jual dan ditempat mana saja di jual harus diungkap secara detail dalam anggaran penjualan terutama proyeksi pendapatan dan laba dari penjualan. Anggaran penjualan ini sangat penting, karena penjualan badan usaha milik desa, merupakan ujung tombak atau pusat dari segala aktivitas badan usaha milik desa, terutama dalam perusahaan jasa dan dagang, harus mampu menjual dengan baik. Anggaran penjualan akan mempengaruhi anggaran lain, seperti anggaran sumberdaya manusia dan lain lain.
- Anggara Sumber Daya Manusia Langsung, Modal dan Produk adalah benda mati, yang bisa menjadikan penambahan nilai adalah sumberdaya manusia, apabila badan usaha milik desa tidak menganggarkan sumberdaya manusia, dipastikan badan usaha milik desa tidak akan jalan. Karena pengelola tidak termotivasi dan tidak bisa memenuhi kebutuhan kehidupannya dengan layak. Anggaran Sumber Daya Manusia langsung ini perlu ditentukan berapa kebutuhan sumberdaya manusia, dengan kriteria skill ( ketrampilan ), attitude ( perilaku ) dan knowledge ( pengetahuan ) seperti apa yang bisa dimungkinkan untuk menjalankan badan usaha milik desa. Lalu berapa gaji yang perlu ditetapkan dalam anggaran untuk sumber daya manusia. Ada dua jenis anggaran sumerdaya manusia, yang pertama adalah berdasarkan jam kerja ( time base ) dan berdasarkan produk yang dihasilkan atau dijual ( unit cost ). Untuk badan usaha milik desa yang masih mulai dan belum mendapatkan penghasilan untuk membiayai sumberdaya manusia, maka bisa menggunakan unit cost, atau prosentase dari hasil penjualan, laba atau produksi.
- Anggaran Produksi, adalah anggaran yang digunakan untuk memproduksi suatu barang atau jasa, dengan anggaran produksi akan diketahui berapa yang dikeluarkan untuk menghasilkan sebuah produksi baik jasa maupun barang. Dan anggaran produksi ini akan mempengaruhi harga jual, pendapatan dan laba.
- Anggaran Non Produksi, anggaran non produksi perlu dianggarkan, karena anggaran non produksi ini adalah anggaran yang dikeluarkan di luar anggaran untuk memproduksi suatu barang, artinya di luar anggaran untuk menghasilkan laba. Sebagai contoh anggaran entertaint dan lain lain.
- Anggaran Kas, anggaran uang kas atau uang tunai yang diperuntukan untuk membiayai aktivitas perusahaan biasanya dalam jangka pendek, seperti anggaran untuk transportasi, anggaran untuk gaji, anggaran untuk telekomunikasi, listrik, energi dan lain lain. Karena kas merupakan nafas dari badan usaha milik desa, maka harus dianggarkan dengan tepat dan dijaga rasio nya agar kas tetap tersedia untuk membiayai jalannya usaha badan usaha milik desa.
- Anggaran Rugi Laba, Anggaran rugi laba berisi informasi atau proyeksi tentang rugi laba badan usaha milik desa dalam satu tahun ke depan atau tahun anggaran. Anggara rugi laba dapat dianalisa melalui pendapatan, biaya, beban dan operasional atau penjualan. Dengan demikin proyeksi rugi laba dapat diprediksi dengan baik dan terarah.
- Anggaran Neraca, anggaran yang berisi informasi proyeksi atau perencanaan tentang posisi keuangan ke depan seperti apa, perubahan modalnya seperti apa, nilai perusahaan atau badan usaha milik desa seperti apa. Untuk mengetahui anggaran neraca kita perlu mengetahui anggaran kas, penjualan, biaya dan rugi laba, sehingga bisa dibuat anggaran tentang posisi keuangan atau neraca badan usaha milik desa.
Komentar
Posting Komentar